Oleh: konoharakureah | Januari 25, 2011

Belajar Static Routing di packet tracer


Sekedar mengingatkan kembali tentang routing di router🙂

statis routing adalah routing yg secara manual di tambahkan ke table routing dari setiap router.
keuntungan statis routing:

  1. Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router, yg berarti anda mungkin dapat membeli router yg lebih murah daripada jika anda menggunakan routing dinamis.
  2. Tidak ada bandwith yg digunakan diantara router, yg berarti anda mungkin dapat menghemat uang untuk link wan.
  3. Routing statis menambah keamanan, karena admin dapat memilih untuk mengizinkan akses routing ke network tertentu saja
  4. Routing statis memiliki AD (administrative distance) yg paling kecil yaitu = 1 yang berarti statik routing adalah routing yang sangat di percaya kebenarannya.

kelemahan statis routing :

  1. Admin harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router di hubungkan untuk dapat berkomunikasi.
  2. Jika sebuah network di tambahkan ke internetwork, admin harus menambahkan sebuah route   satu persatu di tiap router secara manual.
  3. Routing statis tidak cocok untk network yg besar, karena butuh waktu dan pemikiran yang full time untuk mengurusnya.

comand statis routing :
ip route [network_tujuan] [subnet mask] [next_hop_address or exit_interfaces] [Ad] [permanent]

contohnya :

ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 192.168.1.2 1 permanent

biasanya sih ane cuma pakek gini hehe :

ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 192.168.1.2

atau bisa juga gini :

ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 serial 2/0 (pakek interface keluarannya:D)

yeuk mari kita praktekin biar lebih afdol🙂

nih rancangan topologi awalnya.

buat IP nya sih se ketemunya ane aja, hehe.

routing static

routing static

PC A :

kasih IP 10.10.10.10

subnet 255.255.255.0 /24

gatewaynya arahin ke interface router : 10.10.10.1

Router A :

disini ane set dia jadi DCE buat koneksi serialnya, jadi jangan sampe lupa masukin Clockratenya ya, kalau tidak ada clock ratenya nanti interfacenya gk bisa up.

keliatan di “show ip interface brief”.

nih command yang ane masukin :

RouterA>enable

RouterA#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

RouterA(config)#interface fa 0/0

RouterA(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

RouterA(config-if)#no shutdown

RouterA(config-if)#exit

RouterA(config)#interface serial 2/0

RouterA(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252

RouterA(config-if)#clock rate 64000

RouterA(config-if)#no shutdown

RouterA(config-if)#exit

RouterA(config)#exit

RouterA#write memoryBuilding configuration…[OK]

kalau mau lihat interface tersebut jadi DCE atau DTE bisa dengan command “show controllers [interface]”

contoh :

RouterA#show controllers serial 2/0

Interface Serial2/0Hardware is PowerQUICC MPC860

DCE V.35, clock rate 64000

idb at 0x81081AC4, driver data structure at 0x81084AC0SCC

Router B :

RouterB>enable

RouterB#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

RouterB(config)#interface fa 0/0

RouterB(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.255.255.0

RouterB(config-if)#no shutdown

RouterB(config-if)#exit

RouterB(config)#interface serial 2/0

RouterB(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.252

RouterB(config-if)#clock rate 64000

RouterB(config-if)#no shutdown

RouterB(config-if)#exit

RouterB(config)#exit

RouterB#write memoryBuilding configuration…[OK]

PC B :

kasih IP 20.20.20.20

subnet 255.255.255.0 /24

gatewaynya arahin ke interface router : 20.20.20.1

udah deh, sekarang tinggal masukin command routing static nya di router

di router A :

ip route 20.20.20.0 (network tujuan) 255.255.255.0 (SM tujuan) 192.168.1.2 (next hopnya)

atau bisa juga :

ip route 20.20.20.0 (network tujuan) 255.255.255.0 (SM tujuan) serial 2/0 (interface keluarannya)

di router B :

menurut teori dan prakteknya dari routerA sudah bisa ping langsung ke PC B, karena router bisa menggunakan IP source 192.168.1.1 untuk ping PC B, untuk route baliknya udah dapet dari neighbornya yang directly connected.

beda kasusnya kalau dari PC A mau ping ke PC B, harus di buat route baliknya di RouterB🙂

hayo bingung gk?

ip route 10.10.10.0 (network tujuan) 255.255.255.0 (SM tujuan) 192.168.1.1 (next hopnya)

atau bisa juga :

ip route 10.10.10.0 (network tujuan) 255.255.255.0 (SM tujuan) serial 2/0 (interface keluarannya)

kalau udah di route, langsung aja di test deh..

🙂

sekian dulu ya..

semoga bermanfaat.

Email,YM,FB,Twitter : konoharakureah@yahoo.co.id

Blog : konoharakureah.wordpress.com

phone : +6283890353291

 


Responses

  1. Wah, pelajaran baru nih…

    Silakan berkunjung…🙂
    http://popnote.wordpress.com
    Terima kasih…😀

    • terimakasih sudah mengunjungi blog ane🙂

      oke gan…
      silahkan dinikmati..

      sip deh..
      thx

  2. […] Belajar Static Routing di packet tracer […]

  3. […] Belajar Static Routing di packet tracer […]

  4. i love it

  5. wes, boleh nih bang materinya😀

    • hehehe..boleh dong🙂
      semoga bermanfaat…

  6. wes, mantab

    sukses bang😀
    makasih

    hehe

  7. are you on linkedin?

    • yes, im on..

  8. gue kagak bisa …..
    gak paham 5 kali ulang.. tetap kagak bisa…butuh pelajaran..
    tolong dong kasih yang routernya 4 komputer nya 4 plizzzz !!!

    • kurang paham dmnya gan🙂
      coba di ulang pelan2,hehehe..

  9. good job mister… makin berkah deh….

  10. iok bos

  11. thanks bro ilmunya😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: